06 June 2017

Resmi: Januari 2018 Nanti Google Akan Melengkapi Chrome Dengan Ad-Block

Resmi: Januari 2018 Nanti Google Akan Melengkapi Chrome Dengan Ad-Block
Image: businessinsider.com

Resmi: Januari 2018 Nanti Google Akan Melengkapi Chrome Dengan Ad-Block - Ad-Block merupakan sebuah plugin browser yang bisa melumpuhkan berbagai jenis iklan, mulai dari pop-up, autoplay video dengan suara, iklan dengan count-down, iklan sticky, dan sejenisnya. Tahun ini, Penggunaan Ad-Block meningkat tajam hingga 30 %.

Ya, mungkin dari sekian banyak reader (pembaca) yang memasang Ad-Block pada browsernya, rata-rata mereka hanya mempedulikan kenyamanan saja tanpa memperhatikan nyawa dari berbagai situs web yang sering mereka kunjungi. Memang ada juga kreator yang sanking gilanya terhadap uang, mereka memasang berbagai jenis iklan di situs web miliknya tanpa memperhatikan kenyamanan si pembaca. Namun, ada juga kreator yang benar-benar memperhatikan kenyamanan si pembaca dengan cara memasang iklan yang sesuai Better Ads Standards, misalnya Google Adsense tetapi yang sangat disayangkan adalah si Reader tetap menghidupkan Ad-Block di browser miliknya.

Ad-Block Menyerang Bisnis Advertising Online
Image: slideshare.net

Ad-Block tidak hanya menyerang si kreator dalam menyediakan konten secara gratis, tetapi Ad-Block juga menyerang kelangsungan bisnis advertising online, salah satunya Google. Google sebagai perusahaan advertising terbesar tentu merasa sangat terancam dengan adanya Ad-Block. Pasalnya, plugin yang satu ini tidak pandang bulu untuk melumpuhkan berbagai jenis iklan, baik itu yang mengganggu ataupun yang direkomendasikan. Nah, untuk mengatasi masalah Ad-Block yang kejam ini, akhirnya Google berinovasi dengan cara melengkapi Chrome dengan Ad-Block besutannya mulai Januari 2018 nanti.

Apa Bedanya Ad-Block Besutan Google Dengan Ad-Block yang Sekarang?


Google sebenarnya sudah meriset melalui produk miliknya (Google Adsense), bahwa sebagian orang sebenarnya tidak bermasalah dengan jenis iklan yang direkomendasikan. Namun, penyebab kebanyakan orang memasang plugin Ad-Block pada browser miliknya itu dikarenakan banyaknya iklan yang mengganggu seperti  pop-up, autoplay video dengan suara, iklan dengan count-down, iklan sticky, dan sejenisnya. Sehingga, untuk memberikan kenyamanan, mau tidak mau orang tersebut harus memasang Ad-Block yang dapat melumpukan seluruh jenis iklan.

Ad-Block Besutan Google
Image: arstechnica.com

Berbeda dengan Ad-Block yang sekarang, Ad-Block besutan Google nantinya akan membiarkan iklan yang memang tidak mengganggu (Seperti Google Adsense) dan melumpukan iklan yang mengganggu atau jenis iklan yang tidak sesuai dengan Better Ads Standards, seperti pop-up, autoplay video dengan suara, iklan dengan count-down, iklan sticky, dan sejenisnya.

"Kami tidak mengomentari rumor atau spekulasi," kata seorang juru bicara kepada Arstechnica.com. "Kami telah bekerja sama dengan Koalisi untuk Iklan yang Lebih Baik dan perdagangan industri untuk mengeksplorasi banyak orang dengan cara Google dan anggota Koalisi lainnya dapat mendukung Standar Iklan yang Lebih Baik."

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon